Jumat / 14 Desember - 2012
Evan | Tabloid BnR | Dibaca 7,830

SPESIALIS PENCETAK LOVE BIRD JAWARA

ANTO 999 – ANANTA BF SRAGEN

Anto 999

Bagi sebagian pendemen berat love bird, nama Anto 999 Sragen sudah cukup dikenal sebagai pencetak lovebird juara. Burung-burung anakan dari tempatnya, baik yang di Sumatera, Kalimantan, Bali, juga di sejumlah daerah di Jabodetabek dan Jawa Barat, sudah merasakan betapa anakan dari kandang yang terletak di perumahan Banjar Asri belakang RSUD Sragen ini benar-benar istimewa dan dahsyat.

Melongok ke kandangnya, ternyata tidak banyak. Saat ini kandangnya memang baru, lebih  tertata rapi dari sebelumnya. Ada “hanya” 12 kandang yang berisi indukan terseleksi untuk mencetak lovebird berbasis suara.

Untuk menandai burung-burung hasil breedingnya, selalu dipasang ring ANANTA SRG. Uniknya, tiap kandang atau indukan berbeda, pakai ring dengan warna berbeda. Karena itu ada 12 warna ring untuk anakan dari 12 kandang yang berbeda.

Love Bird Warna

Di luar itu, Anto juga baru saja menambahkan sekitar 20 kandang love bird warna. “Selain untuk memenuhi permintaan pasar, juga saya ingin mencetak lovebird dengan warna yang unik dan istimewa,” jelasnya. Untuk anakan lovebird basik warna, belum dikasih ring.

MONCER DI KALIMANTAN & BALI

Burung-burung dari tempat Anto 999 yang moncer sesungguhnya banyak. Namun, yang masih hangat dibicarakan orang adalah yang terjadi di Kalmantan dan Bali.

Di Kalimantan, sejumlah kicaumania benar-benar merasa puas dengan anakan dari tempat Anto. Di Samarinda contohnya, ada Setyo LBM Team, yang memiliki gaco dari tempat Anto, diberi nama White Lion dan Mandalika. Di Bontang, ada Agus Tator dengan gaco diberi nama Xenon dan Zolata.

Di Nagara, Bali, ada Sunarno dengan jagoan diberi nama Xena. Di Jawa Barat dan sekitarnya, jagoan dari tempat Anto diperkirakan akan mulai moncer pada bulan Januari besuk, setelah umurnya siap untuk lomba, yaitu 6,5 bulan.

HARUS CUKUP UMUR

ANAKAN DI KANDANG OMBYOK

Anto juga mengakui, sejumlah burung dari tempatnya, yang awalnya sangat prospek, akhirnya rusak. Hal ini menurutnya, karena pemiliknya terlalu dini menggenjot ke lomba. “Banyak pemilik love bird yang tidak sabaran. Ketika melihat lovebirdnya di rumah mulai bunyi dan nembak-nembak panjang, langsung gatal untuk mencobanya.”

Menurut Anto, untuk mengantisipasi mental burung lovebird supaya tidak rusak, sebaiknya lovebird jangan dilombakan, atau dicoba sekali pun di arena latber, sebelum memasuki usia 6,5 bulan. Umur sekitar 3,5 – 4 bulan lovebird memang sudah bisa narung, tapi kasihan kalau dipaksakan, mental bisa rusak.

“Kalau memang hanya untuk mengobati rasa penasaran, bolehlah dicoba sekali, tapi setelah itu jangan  diteruskan lagi. Nah biasanya begitu dicoba sekali burung mau narung, apalagi bisa masuk prestasi, entah juara 1, 2, atau 3, langsung minggu berikutnya dilombakan dan dilombakan lagi, sudah emosi dan lupa kalau burungnya masih bocah dan secara mental belum siap untuk diadu terus menerus.”

Selama ini Anto selalu memantau dan berkomunikasi dengan para konsumennya. Anto selalu berusaha memberikan arahan, termasuk supaya sabar meskipun burung love bird dari tempatnya yang usia sekitar 4 bulan sudah mulai nembak panjang.

“Yang mau manut dan sabar, biasanya burung akhinya jadi. Beberapa ada yang tidak sabar, awalnya burung moncer terus, tapi akhirnya juga melempem dan susah didandani lagi.”

PAKAN CAMPURAN SENDIRI

ANAKAN MULAI DISELEKSI

Pakan untuk lovebird, dicampur sendiri. Anakan diloloh indukan, hariannya diberi pakan bijian milet putih, kenari seed, dan gabah beras merah, voer BR-1 atau kalau ada lebih baik lagi dengan voer khusus untuk breeding, dan jagung muda.

Setelah anakan dipanen dan mulai makan sendiri, harian diberi milet putih, gabah Lampung/Bangkok, kenari seed, perbandingan 5:2:1.Extra fooding, kangkung yang sudah dicacah 2 kali Seminggu, jagung 1 kali seminggu.

Hal di atas, menurut Anto untuk menyesuaikan besuk saat usia lomba. “Jagung dibutuhkan karbohidratnya, supaya saat lomba di hari Minggu tenaganya cukup. Karena itu dibiasakan jagung diberikan pada hari Sabtu.”

Sedangkan pemberian sayur pada hari Senin dan Kamis, juga dimaksudkan supaya untuk merecovery atau mendinginkan burung setelah tempur hari Minggu, dan menjelang lomba sudah distel supaya kenceng dan siap tempur. Hari Senin, burung perlu diturunkan lagi dengan sayur.

“Karena itu dari kecil juga dibiasakan diberikan sayur hari Senin, jadi besuk pas sudah mulai lomba, sudah terbiasa.”

Kelak setelah umur mencapai 6,5 bulan burung siap untuk mulai dilatih. Mulai H-3, pakan bijian diganti dengan pakan pabrikan. Bisa ditambahkan biji Matahari untuk mengangkat birahi, dan jagung muda untuk menambah stamina saat berlomba.

Menurut Anto, menyetel burung secara perlahan dari kecil, hasilnya jauh lebih baik ketimbang kelak setelah masuk usia lomba, disetel dengan cara dipacu dengan asupan ekstra fooding secara instan. “Ada yang memberikan tambahan pakan secara berlebihan. Ada yang memberikan beberapa ekor kroto, bahkan ada yang memberikan semacam doping. Menurut saya hasilnya tetap lebih langgeng kalau sejak kecil sudah kita biasakan stelan yang natural. Jadi burung memang tumbuh mental lomba serta tenaganya secara perlahan dan bertahap.”

[KADIR.JTYK]

Informasi pemasangan iklan hubungi : iklan.online@tabloidbnr.com

BERIKAN KOMENTAR

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide,saran,Pendapat,Pemikiran dan pengetahuan

adstopsong

Dapatkan Berita Terbaru Tabloid BnR di Email Anda .GRATIS !!

Anda akan menerima link Konfirmasi berlangganan berita gratis.