Selasa / 23 Oktober - 2012
Evan | Tabloid BnR | Dibaca 3,439

Yayak, Peternak Love Bird di Bangkalan

Ternak love bird saat ini terbilang sudah tersebar dimana-mana. Jika dibandingkan dengan jenis burung lain, ternak love bird bisa dengan mudah didapatkan, baik ternak dalam jumlah besar ataupun kecil. Kondisi inilah yang menjadi bahan perenungan bagi Yayak untuk memulai ternak burung cinta ini.

Tidak ingin sekedar menjadi peternak tanpa bisa bersaing, maka dirinya melakukan sesuatu yang menurutnya akan menjadi daya tarik bagi calon pembeli. Caranya yakni dengan memberikan kebebasan bagi calon pembeli memilih selera warna love bird yang diinginkan. Kita tahu bahwa saat ini varian untuk jenis love bird semakin beragam.

Tidak hanya warna standart tapi kini sudah merambah varian-varian unik seperti blorok. “Saya kira warna blorok akan menjadi daya tarik bagi pembeli, makanya saya berusaha mencari indukan warna blorok dengan harapan bisa memiliki daya jual yang bagus,” terang Yayak. Adapun varian indukan blorok yang kini dimilikinya adala kuning blorok hitam, kuning blorok hijau, hijau blorok merah, hijau blorok kuning dan putih blorok hijau.

Dari jenis inilah Yayak mampu menghasilkan love bird dengan varian yang terbilang baru sehingga memiliki daya jual yang menjanjikan. Kenyataan inilah yang membawa Yayak selalu berusaha mempertahankan indukan jenis blorok agar tidak sampai lepas. Ada salah satu indukan blorok miliknya yang sudah ditawar dengan harga mahal.

“Ada indukan blorok saya yang sudah ditawar Rp 15 juta, namun belum saya lepas karena saya merasa sayang,” jelas Yayak sambil menunjuk salah satu kandang ternak love bird miliknya. Namun demikian Yayak mengatakan ada kendala yang sampai saat ini dihadapi dari indukan blorok.

Dari sekian indukan yang ada, mayoritas anakan yang dihasilkan berjenis kelamin betina. “Jika diprosentase anakan dari indukan blorok yang dihasilkan 99 persen, sisanya 1 persen menghasilkan anakan berjenis betina,” lanjut pria berkacamata minus. Upaya sudah dilakukan untuk bisa mengakhiri kondisi demikian, namun belum membuahkan hasil. Sampai akhirnya ia hanya bisa pasrah dengan keadaan demikian.

Meski tetap memprioritaskan jenis love bird, namun Yayak tetap menyediakan jenis yang umum. Menurutnya calon pembeli tidak hanya terbatas pada jenis blorok, tetapi ada juga yang mencari jenis yang standart.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dirinya menyediakan indukan dari jenis panca warna, pastel kuning, violet, pastel iliv, lutino mata merah, lutino mata hitam dan albino. Dari indukan-indukan tersebut, Yayak mengaku memiliki total indukan sebanyak 30 pasang. Dari indukan tersebut dirinya mengaku mendapatkan omset penjualan perdua bulan antara 7 sampai 20 juta rupiah.

Omset tergantung dari jumlah produksi. Angka Rp 20 juta perdua bulan didapat ketika musim penghujan. Karena musim tersebut cuaca lebih dingin sehingga proses kawin lebih sering dan penetasan lebih besar hasilnya. Produk ternak yang ditekuni Yayak juga memiliki kans kuat untuk dilomba.

“Hasil ternak yang saya lakukan memang fokuskan untuk lomba, tapi ada juga yang buat rumahan, hargana juga bergantung dari kualitas yang dimiliki burung,” imbuhnya. Untuk harga kualitas lomba Yayak membandrol harga sebesar Rp 750 ribu, sedangkan untuk kualitas rumahan cukup Rp 400 ribu saja.

Soal kendala yang dihadapi selama menekuni ternak love bird sejak tahun 2009 lalu, Yayak mengaku tidak pernah mengalaminya. Sebab yang pasti setiap ada indukan yang masuk, dirinya melakukan pencegahan dengan jalan memberikan tetes mata pada setiap calon indukan yang akan menghuni kandang ternak miliknya.

Masih menurut Yayak, penyakit mata adalah salah satu diantara sekian banyak penyakit yang menerang love bird sehingga perlu dilakukan pencegahan. Begitu juga dengan kebersihan kandang, dirinya mengaku selalu melakukan perhatian khusus. Seminggu sekali kandang ternak dibersihkan.

Sebenarnya lebih sering dibersihkan, maka akan semakin bagus, namun karena terbatasnya waktu dan tenaga, sehingga ia hanya bisa melakukannya seperti itu. Soal pakan, Yayak juga membuatnya sendiri dari campuran milet putih, milet merah, kenari set dan biji matahari dengan perbandingan (6 kg, 1 kg, 1 kg dan seperempat kg). (Dasuki)

Informasi pemasangan iklan hubungi : iklan.online@tabloidbnr.com

BERIKAN KOMENTAR

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide,saran,Pendapat,Pemikiran dan pengetahuan

adstopsong

Dapatkan Berita Terbaru Tabloid BnR di Email Anda .GRATIS !!

Anda akan menerima link Konfirmasi berlangganan berita gratis.